PENERIMAAN MAHASISWA BARU TAHUN AKADEMIK 2026/2027 - Seleksi Mandiri PTS
Sistem Kuliah Reguler Pagi
Baik Sekali
Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) Universitas Bale Bandung (UNIBBA), pendiriannya diawali sejak tahun 2008 berdasarkan Surat Rekomendasi PPNI No 040/PP.PPNI/S/II/2008, Surat Rekomendasi Depkes RI No HK.03.05/1/4/3786/2008SK, dan SK Mendiknas RI No.3041/D/T/2008 tanggal 8 September 2008 tentang Ijin Penyelenggaraan program studi Keperawatan pada Universitas Bale Bandung. Program Studi Ilmu Keperawatan di FIKES UNIBBA didirikan untuk mempersiapkan mahasiswa menjadi perawat profesional yang kompeten dan siap menghadapi tantangan di bidang kesehatan. Pada bulan Agustus 2024, Fakultas Ilmu Kesehatan dan Program Studi Ilmu Keperawatan di visitasi oleh Lembaga Akreditasi Mandiri Perguruan Tinggi Kesehatan (LAM-PT Kes) dalam rangka reakreditasi program studi yang kemudian hasilnya dikukuhkan dalam Surat Keputusan tentang Akreditasi Prodi Ilmu Keperawatan FIKES UNIBBA dengan peringkat Terakreditasi "Baik Sekali" dari LAM-PTKes. Prodi Ilmu Keperawatan merupakan salah satu program studi yang saat ini menjadi trend untuk memenuhi kebutuhan masyarakat karena Prodi Ilmu Keperawatan FIKES UNIBBA merupakan satu-satu nya program studi Keperawatan di Kabupaten Bandung yang sudah terakreditasi Baik Sekali dengan Keunggulan Keperawatan Keluarga. Penyusunan kurikulum di Prodi Ilmu Keperawatan FIKES UNIBBA dilakukan dengan memperhatikan perkembangan secara nasional dan internasional, sehingga lulusannya dapat berperan dalam memenuhi kebutuhan tenaga kesehatan, khususnya di Kabupaten Bandung yang saat ini memiliki 5 (lima) Rumah Sakit Umum Daerah baru dan 166 klinik pratama. Prodi Ilmu Keperawatan FIKES UNIBBA memiliki Nursing Center atau Poliklinik Keperawatan di Puskesmas Pameungpeuk yang membawahi 6 Desa sehingga berperan penting dalam proses peningkatan kompetensi pembelajaran terutama dalam keunggulan mata kuliah manajemen keperawatan keluarga, praktek keperawatan keluarga, keperawatan komunitas berbasis keluarga dalam melaksanakan praktikum lapangan di Puskesmas terutama di poliklinik keperawatan, sehingga penerapan keunggulan keperawatan keluarga sesuai dengan demografi kewilayahan dengan melaksanakan asuhan keperawatan keluarga pada keluarga binaan di 6 desa wilayah kerja puskesmas pameungpeuk. Dengan kurikulum yang komprehensif sesuai kebutuhan masyarakat dan beragam model/metode kegiatan proses pembelajaran dalam implementasinya, didukung dosen-dosen yang kompeten dan berpengalaman di bidang keperawatan, berlatar belakang pendidikan minimal Magister Keperawatan/Kesehatan dari dalam/luar negeri dan aktif dalam kegiatan tridharma perguruan tinggi, Prodi Ilmu Keperawatan FIKES UNIBBA berkomitmen untuk menghasilkan perawat yang tidak hanya kompeten secara klinis, tetapi juga memiliki jiwa kewirausahaan dan siap beradaptasi dengan perkembangan zaman, sehingga mahasiswa juga dilibatkan berkegiatan dalam simulasi klinis dan praktik langsung di rumah sakit, klinik, atau fasilitas kesehatan lainnya untuk mengembangkan keterampilan klinis yang diperlukan. Prasarana Ruang laboratorium skill keperawatan yang tersedia di Prodi Ilmu Keperawatan FIKES UNIBBA terbagi menjadi 8 laboratorium, yang dilengkapi dengan peralatan lengkap dan mutakhir agar dapat digunakan untuk praktikum capaian pembelajaran keterampilan dasar praktik keperawatan, keperawatan maternitas, keperawatan komunitas, praktik keperawatan gawat darurat, praktik keperawatan jiwa, praktik keperawatan keluarga yaitu konseling dan pendidikan kesehatan, PHBS, kesehatan lingkungan, pencegahan penyakit, terapi komplementer pada keluarga, layanan kesehatan, dan praktik keperawatan medikal bedah. Laboratorium biomedik juga tersedia lengkap (anatomi, fisiologi, histologi, dan biokimia). Tercapainya prestasi mahasiswa Prodi Imu keperawatan di tingkat lokal/wilayah, nasional dan internasional, menunjukkan komitmen Prodi Ilmu Keperawatan lebih meningkatkan kualitas dan pengembangan keterampilan kompetensi lulusan. Setelah mahasiswa lulus dan menyelesaikan pendidikan sebanyak 144 SKS di Prodi Ilmu Keperawatan FIKES UNIBBA, lulusannya akan menyandang gelar Sarjana Keperawatan atau disingkat S.Kep. Program Studi Ilmu Keperawatan merupakan salah satu program studi di Universitas Bale Bandung yang telah berkompetisi dan berhasil mendapatkan bantuan berupa peralatan laboratorium kesehatan untuk mendukung dan meningkatkan kualitas proses pembelajaran dari Ditjen Dikti Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, dalam Program Penguatan Perguruan Tinggi Swata (PP-PTS) Tahun 2025.
Lulusan dari Program Studi Ilmu Keperawatan FIKES UNIBBA memiliki prospek karier yang luas dan strategis seiring dengan meningkatnya kebutuhan pelayanan kesehatan yang komprehensif, berkesinambungan, dan berbasis masyarakat. Peran perawat tidak lagi terbatas pada pelayanan kuratif di rumah sakit, tetapi telah berkembang mencakup aspek promotif, preventif, rehabilitatif, edukatif, serta pemanfaatan teknologi kesehatan. Hal ini menjadikan lulusan keperawatan sebagai salah satu sumber daya kesehatan yang sangat dibutuhkan baik di tingkat lokal, nasional, maupun global. Adapun prospek karier dan peluang kerja lulusannya yaitu :
Secara keseluruhan, prospek karier lulusan keperawatan sangat menjanjikan dan relevan dengan kebutuhan pembangunan kesehatan. Lulusan tidak hanya berperan sebagai tenaga kesehatan di lini pelayanan, tetapi juga sebagai edukator, peneliti, inovator, dan agen perubahan yang berkontribusi nyata dalam meningkatkan derajat kesehatan individu, keluarga, dan masyarakat secara berkelanjutan.
Materi pembelajaran di Program Studi Ilmu Keperawatan FIKES UNIBBA tersusun pada Struktur kurikulum Program Studi Sarjana Keperawatan terdiri dari 144 SKS tahap akademik. Kurikulum Program Sarjana Ilmu Keperawatan FIKES UNIBBA ditetapkan dengan mengacu kepada 80% kurikulum inti, yaitu 118 sks dari 144 sks, termasuk 8 sks mata kuliah wajib umum, 2 sks Bahasa Inggris, dan 6 sks skripsi, dengan masa studi 4 tahun (8 semester). Adapun visi keilmuan diimplementasikan pada Mata kuliah keunggulan Praktek Keperawatan Keluarga, Mata kuliah Manajemen Keperawatan Keluarga, Mata kuliah Terapi Komplementer, Publik Spekaing, Bahasa Jepang Keperawatan, Digital Marketing serta Mata kuliah elektif yang berfokus pada keperawatan Luka (Wound Care), Hipnoterapi, dan Akupunktur pada tahap sarjana. Susunan struktur kurikulum disusun sesuai dengan tahapan/urutan, dengan menetapkan capaian pembelajaran per tahun, serta memetakan bahan kajian dan kompetensi disesuaikan dengan variasi metode pembelajaran berdasarkan bahan kajian dan mata kuliah. Bahan Kajian mata kuliah merupakan kumpulan dari kajian keilmuan keperawatan, yang disusun untuk memudahkan peserta didik dalam menguasai kelimuan keperawatan. Penyusunan bahan kajian mata kuliah sesuai dengan tahapan/capaian kompetensi karena penempatan distribusi bahan kajian dan mata kuliah pada struktur kurikulum dengan mempertimbangkan Body of Knowledge (keilmuan keperawatan) dikembangkan dari ilmu–ilmu dasar yang dipetakan kedalam penguasaan pengetahuan yang dimulai dengan kemampuan pengetahuan dan keterampilan awal yang sederhana, dilanjutkan dengan keterampilan yang lebih kompleks dan berlanjut terus sehingga sampai pada capaian kemampuan keterampilan yang direncanakan oleh kurikulum tersebut. Di Program Studi Ilmu Keperawatan FIKES UNIBBA, selama kuliah mahasiswa difasilitasi proses pembelajarannya untuk memperluas dan memperdalam pengetahuan dan keterampilannya secara terus menerus.
Materi dan Proses pembelajaran di Prodi Ilmu Keperawatan FIKES UNIBBA mengacu pada kebijakan karakteristik pembelajaran yaitu: (1) Interaktif: menerapkan metode Student Centered Learning (SCL) dalam kegiatan perkuliahan teori berupa tatap muka/ceramah, seminar, problem based learning (tutorial, small group discusion, case study) penugasan individu terstruktur dan belajar mandiri. Adapun metode pembelajaran praktikum di tahap sarjana dapat berupa pratikum di laboratorium, role play dan simulasi, Clinical skills lab (CSL) dan observasi, serta reflective learning dan reflective practise guna memenuhi capaian kompetensi lulusan. (2) Integratif: Proses pembelajaran pada tahap sarjana telah mengintegrasikan keunggulan Program Studi, seperti adanya mata kuliah manajemen keperawatan keluarga, praktek keperawatan keluarga, terapi komplementer, Bahasa Asing, dan pendidikan jasmani dan kesehatan. Integrasi dilakukan dengan pengembangan multi disiplin yang melibatkan beberapa dosen lintas Program Studi. Selain itu juga dilakukan integrasi hasil penelitian dengan pembelajaran dalam materi pembelajaran. (3) Holistik: diterapkan dengan melakukan pendekatan pembelajaran yang berfokus pada pemahaman informasi secara komprehensif dan internalisasi keunggulan terkaitan kearifan lokal dan nasional serta isu-isu internasional. Metode pembelajaran mengkombinasikan prinsip belajar teoritis serta praktik langsung di lahan praktik sehingga dapat meningkatkan keterampilan (Skill) mahasiswa. Pada tahap sarjana dilakukan Pembelajaran Luar Kelas. (4) Saintifik: Proses pembelajaran dilakukan sesuai evidence based learning, dengan menerapkan konsep- konsep ilmu pengetahuan terkini dan isu-isu terbaru dari nasional dan internasional. Pada saat pembelajaran mahasiswa dibiasakan untuk mengakses sumber referensi dari artikel ilmiah atau jurnal penelitian terbaru. Sebelum mahasiswa melaksanakan praktik lapangan, diberikan penguatan materi keilmuan (PMK) dan capaian laporan kasus. (5) Kontekstual: Pembelajaran sebagai media pembelajaran riil bagi mahasiswa untuk dapat menyelesaikan masalah (kontekstual) contohnya pembuatan tugas dalam bentuk makalah, melakukan penilaian dengan mengoptimalkan interaksi antar individu, SGD (Small Group Discussion). (6) Kolaboratif: dapat menilai aspek pengetahuan, sikap dan keterampilan dengan memfokuskan pembelajaran pada mahasiswa. Pembelajaran kolaboratif dilakukan pada pembelajaran yang memfokuskan pada keberhasilan proses. Metode pembelajaran kolaboratif mengasumsikan pentingnya kerjasama yang kooperatif, bekerja bersama dalam komunitasnya. Dalam satu komunitas atau kelompok tidak terjadi persaingan, namun lebih kepada kerja sama demi tercapainya tujuan bersama. (7) Tematik: diimplementasikan pada mata kuliah yang sesuai dengan kasus dan permasalahan yang nyata di pelayanan keperawatan. Pada mata kuliah keperawatan, Program Studi melibatkan praktisi dalam memfasilitasi peningkatan kemampuan mahasiswa dalam kasus keperawatan sebagai capaian pembelajaran. (8) Efektif: dinilai dari integrasi keilmuan dengan standar kompetensi lulusan. Seluruh Proses pembelajaran dilaksanakan menggunakan (9) student center learning (SCL). Selain itu proses belajar mengajar melibatkan peran aktif mahasiswa dalam kegiatan pembelajaran. Dosen berperan sebagai fasilitator, motivator dan evaluator dengan menyediakan beberapa strategi belajar. Mahasiswa bersama dosen berperan untuk memilih, menemukan menyusun pengetahuan serta cara mengembangkan keterampilannya. Dalam mencapai proses pembelajaran pada mahasiswa pengintegrasian teori dan praktek sebagaimana rumusan dari capaian pembelajaran dan profil lulusan keperawatan, memungkinkan mahasiswa mengintegrasikan pembelajaran dalam kelas dan laboratorium dengan praktek belajar lapangan, pengintregasian ini akan lebih memungkinkan penumbuhan tanggung jawab. Saat ini Program Studi telah menghasilkan lulusan yang sesuai dengan capaian pembelajaran yang ditetapkan.
Sistem Kuliah Reguler Pagi